Penyimpanan jagung dengan perlakuan CO2 pada kisaran 40-70 % telah memberikan harapan dalam memperpanjang daya simpan jagung, karena terbukti dapat menjaga kadar air dan mempertahankan kandungan nutrisi (lemak, protein, dan pati). Penggunaan cara penyimpanan dengan modifikasi atmosfir ini memungkinkan petani atau distributor melakukan perencanaan distribusi yang lebih luas jangkauannya. Sistem penyimpanan dengan cara ini dapat pula diterapkan pada penyimpanan jagung dalam silo. Penanganan dan pengeringan yang baik akan memberikan daya simpan yang baik bagi jagung tersebut. Disamping itu sistem penjadwalan dalam sistem penanaman, penanganan, penyimpanan dan distribusi menjadi penting artinya dalam rangka pemenuhan kebutuhan jagung sepanjang tahun baik untuk pangan maupun pakan.
Sumber : https://jurnal.ugm.ac.id
(MP3_S)