Pentingnya pengaturan jarak tanam dalam budidaya tanaman berkaitan dengan kebutuhan unsur hara, ruang tumbuh, serta cahaya matahari. Jarak tanam yang terlalu rapat akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman yang kurang baik karena persaingan antar tanaman sangat tinggi, sedangkan jarak tanam yang terlalu lebar menyebabkan hasil tanaman kurang maksimal karena populasi tanaman terlalu sedikit.
Pada tanaman tebu, faktor lingkungan yang berpengaruh pada masa pemanjangan batang adalah ketersediaan air yang cukup, evaporasi, dan suhu lingkungan. Pengaturan jarak tanam merupakan salah satu upaya untuk mengatur kepadatan tanaman guna mengoptimalkan ketersediaan faktor pendukung pertumbuhan, seperti kelengasan tanah, intensitas cahaya, ruang tumbuh, serta menekan evaporasi.
Jarak tanam yang optimal memungkinkan tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup dan diharapkan intensitas cahaya matahari yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan anakan yang baik. Pada jarak tanam yang cukup, kebutuhan cahaya tanaman akan tercukupi dan tidak saling menutupi (mutual shading) sehingga tanaman dapat berfotosintesis dengan optimal. Hasil fotosintesis kemudian digunakan untuk membentuk biomassa berupa pertumbuhan anakan dan perkembangan tajuk tanaman. Jarak tanam 60 cm merupakan jarak yang paling optimal untuk penanaman tebu di lahan kering Alfisol
Sumber : Latiful Muttaqin et al., / Vegetalika. 2016. 5(2): 49-61
(MP3_S)