Abstrak_Cendawan Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA) adalah cendawan yang dapat berperan dalam penyerapan unsur hara terutama fosfor dan pengendali patogen tanah. Proses infeksi diawali dengan perkecambahan spora di dalam tanah, kemudian hifa tumbuh dan melakukan penetrasi ke akar tanaman lalu berkembang di dalam korteks dan menyebar ke luar akar tanaman. Miselium ini dianalogikan sebagai rambut akar atau jembatan yang menghubungkan zona kekosongan (deplesi) unsur P disekitar perakaran tanaman. Pada akar tanaman yang terinfeksi MVA akan membentuk arbuskular, vesikel intraselluler, hifa internal di antara sel-sel korteks dan hifa eksternal. Cendawan MVA dapat pula memberi hormon kepada tanaman berupa auksin, sitokinin dan giberalin. Diketahui bahwa hormon auksin berfungsi mencegah atau memperlambat proses penuaan dan suberasi akar (feeder root), sehingga akar sebagai penyerap unsur hara dan air dapat berfungsi lama. Selain itu Mikoriza Vesicular-Arbuskular (MVA) juga mempunyai pengaruh yang luas terhadap mikroorganisme yang bersifat patogen tanah (soil borne). Akar tanaman inang yang terinfeksi dengan MVA eksudat akarnya bebeda dengan eksudat akar yang tidak terinfeksi dengan MVA. Secara histologis tanaman yang terinfeksi cendawan MVA akan mengalami lignifikasi pada bagian parenkim dari jaringan akar yang ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi ungu, ini merupakan pertahanan dari dinding sel terhadap infeksi patogen. Hal ini dapat dilihat pada infeksi MVA terhadap akar tanaman tomat dan ketimun akan terjadi perubahan morfologi atau anatomi, yaitu terbentuknya lignin di bagian endodermis pada akar sehingga dapat menjadi penahan/penghalang terhadap penetrasi patogen, dan juga pada tanaman tomat akan bertambah ketahanannya terhadap penyakit layu Fusarium oxysporium.
Penulis : A. Haris Talanca
Balai Penelitian Tanaman Serealia, Jl. Dr. Ratulangi No. 274 Maros, Sulawesi Selatan
Sumber : http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/
(MP3_S)
08/14/2020