Mohon lengkapi data di bawah ini sebelum melanjutkan.

tips
Penanganan Pascapanen Buah Durian
Admin
19 November 2021
109 kali dilihat
facebook twitter whatsapp
artikel
Penanganan Pascapanen Buah Durian.

Hortikultura merupakan hasil pertanian yang terdiri-dari buah-buahan, sayur-sayuran, aneka tanaman hias, dan tanaman obat (biofarmaka). Teknologi hortikultura mencakup teknologi yang berkaitan dengan teknologi mempertahankan umur simpan dan pengolahan hasil hortikultura. Teknologi penanganan hortikultura, baik untuk mempertahankan umur simpan maupun teknologi pengolahan produk semakin diminati berbagai kalangan masyarakat seiring dengan perkembangan kuliner yang semakin meningkat serta penjualan sistem online yang semakin tumbuh dan diminati konsumen, tidak terkecuali pengolahan hortikultura berbahan dasar durian.

Buah durian biasanya dikonsumsi secara segar. Namun buah durian termasuk   buah yang sangat mudah rusak. Berdasarkan aktivitas respirasinya, buah durian  termasuk dalam jenis buah-buahan klimakterik,  yaitu dimana terjadi peningkatan laju respirasi dan produksi etilen pada saat terjadi pemasakan (Rees et al 2012). Selain itu, terdapat proses  fisiologis lainnya yang terjadi selama aktivitas pematangan buah durian  setelah dipanen. Perubahan kondisi buah durian akibat proses fisiologisnya akan berpengaruh pada nilaijualnya.  Dengan  demikian dapat dikatakan umur simpan buah durian segar ini tidak lama  atau termasuk bahan pangan yang mudah rusak (perishable).

Buah durian juga bersifat musiman, sehingga untuk meningkatkan daya simpan atau nilai ekonomis pada saat panen raya serta untuk ketersediaan buah pada saat tidak musimnya, maka diperlukan penanganan pascapanen yang baik dan benar sesuai kondisi fisik dan kimia buah.Teknologi pascapanen memegang peranan  penting untuk menjaga  kondisi buah durian agar tetap baik sejak pemanenan hingga sampai ketangan konsumen.

Penanganan pascapanen dapat dilakukan untuk memperpanjang umur simpan, salah satunya melalui teknologi penyimpanan dingin dan teknologi pengolahan. Teknologi penyimpanan  dingin bertujuan untuk mengurangi proses respirasi sehingga memperlambat proses  kematangan serta dapat memperpanjang umur simpan bahan,  sedangkan teknologi pengolahan bertujuan untuk merubah bentuk asli bahan yang  dapat memberikan nilai tambah serta untuk penganekaragaman produk pangan.

selengkapnya di http://pertanian.go.id

 

(MP3_S)

0 Komentar
?
TAGS
Bagikan:
facebook twitter whatsapp
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Lihat lebih banyak
Lentera DESA

Lentera DESA adalah platform edukasi dan pelatihan online di bidang agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan). Lentera DESA menyediakan ruang Diskusi untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi. Lentera DESA dikelola oleh Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada


Copyright © 2021 | Lentera DESA
Beranda
Artikel dan Video
Informasi
Kontak