Hortikultura merupakan hasil pertanian yang terdiri-dari buah-buahan, sayur-sayuran, aneka tanaman hias, dan tanaman obat (biofarmaka). Teknologi hortikultura mencakup teknologi yang berkaitan dengan teknologi mempertahankan umur simpan dan pengolahan hasil hortikultura. Teknologi penanganan hortikultura, baik untuk mempertahankan umur simpan maupun teknologi pengolahan produk semakin diminati berbagai kalangan masyarakat seiring dengan perkembangan kuliner yang semakin meningkat serta penjualan sistem online yang semakin tumbuh dan diminati konsumen, tidak terkecuali pengolahan hortikultura berbahan dasar durian.
Buah durian biasanya dikonsumsi secara segar. Namun buah durian termasuk buah yang sangat mudah rusak. Berdasarkan aktivitas respirasinya, buah durian termasuk dalam jenis buah-buahan klimakterik, yaitu dimana terjadi peningkatan laju respirasi dan produksi etilen pada saat terjadi pemasakan (Rees et al 2012). Selain itu, terdapat proses fisiologis lainnya yang terjadi selama aktivitas pematangan buah durian setelah dipanen. Perubahan kondisi buah durian akibat proses fisiologisnya akan berpengaruh pada nilaijualnya. Dengan demikian dapat dikatakan umur simpan buah durian segar ini tidak lama atau termasuk bahan pangan yang mudah rusak (perishable).
Buah durian juga bersifat musiman, sehingga untuk meningkatkan daya simpan atau nilai ekonomis pada saat panen raya serta untuk ketersediaan buah pada saat tidak musimnya, maka diperlukan penanganan pascapanen yang baik dan benar sesuai kondisi fisik dan kimia buah.Teknologi pascapanen memegang peranan penting untuk menjaga kondisi buah durian agar tetap baik sejak pemanenan hingga sampai ketangan konsumen.
Penanganan pascapanen dapat dilakukan untuk memperpanjang umur simpan, salah satunya melalui teknologi penyimpanan dingin dan teknologi pengolahan. Teknologi penyimpanan dingin bertujuan untuk mengurangi proses respirasi sehingga memperlambat proses kematangan serta dapat memperpanjang umur simpan bahan, sedangkan teknologi pengolahan bertujuan untuk merubah bentuk asli bahan yang dapat memberikan nilai tambah serta untuk penganekaragaman produk pangan.
selengkapnya di http://pertanian.go.id
(MP3_S)