Tanaman alfalfa bagi masyarakat Indonesia masih memberi kesan asing dan adanya di luar negeri, khususnya kawasan subtropics. Tanaman leguminosa tahunan ini dinilai istimewa karena kekayaan nutrisi dan fitogenik serta banyak kegunaan. Dunia Arab memberinya nama Al-Fisfisa, yang bahasa Spayol menjadi Alfalfa dan artinya “Bapak Semua Makanan”. Di Amerika Serikat dijuluki sebagai “Queen of the Forages” (ratu semua hijauan pakan) dan merupakan tanaman komersial dengan total areal nomor empat setelah jagung, gandum, dan kedelai.
Tetapi kini alfalfa yang di Eropa lebih dikenal dengan nama Lucerne itu tidak lagi monopoli kawasan tropis. Paling tidak sejak tahun 1990-an, Indonesia sudah mulai mengembangkan budidaya alfalfa. Dan ilmuwan Indonesia sudah berhasil merintis budidaya alfalfa di dataran rendah yang disebut Alfalfa Tropika yang disingkat Alfata. Berbagai penelitian lain juga menunjukkan alfalfa berpeluang besar dibudidayakan di Indonesia, tidak hanya di dataran tingginya, dan bisa dikembangkan di lahan kering. Di Indonesia kini sudah ada kebun-kebun alfalfa yang hasilnya bahkan sudah ada yang diekspor.
Selengkapnya ada di_https://pakanternak.fapet.ugm.ac.id/
Sumber Artikel : https://pakanternak.fapet.ugm.ac.id/
(MP3_S)