Mohon lengkapi data di bawah ini sebelum melanjutkan.

budidaya tanaman
Tanam Sekarang, Panen saat Lebaran
Budidaya Sayuran Mandiri Menjelang Lebaran Idulfitri
Rani Nur Rochim
25 Februari 2026
4 kali dilihat
facebook twitter whatsapp
artikel
Tanam Sekarang, Panen saat Lebaran.

Dinamika ketersediaan pangan dan fluktuasi harga komoditas strategis merupakan tantangan yang berulang setiap kali Indonesia mendekati hari besar keagamaan nasional, khususnya Idulfitri. Dalam konteks ketahanan pangan keluarga, fenomena ini menuntut strategi yang lebih proaktif daripada sekadar bergantung pada mekanisme pasar konvensional. Prinsip “tanam sekarang, panen saat lebaran” menjadi langkah sederhana namun strategis untuk menghadapi situasi tersebut.
Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada ketepatan kalender tanam yang disusun berdasarkan estimasi matang fisiologis tanaman. Pemilihan jenis sayuran dengan masa tumbuh 20–30 hari memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memulai penanaman pada akhir Februari atau awal Maret, sehingga panen dapat dilakukan menjelang minggu ketiga atau keempat Maret (periode Idulfitri 2026). Beberapa jenis sayuran memiliki adaptasi fisiologis yang memungkinkan pertumbuhan cepat di iklim tropis Indonesia.

Kangkung: Ketahanan dan Efisiensi Biomassa
Kangkung darat dikenal toleran terhadap variasi intensitas cahaya dan kondisi lingkungan. Tanaman ini mampu memproduksi biomassa daun secara cepat dengan masa panen sekitar 20 Hari Setelah Tanam (HST). Keunggulan utama kangkung adalah kemampuannya untuk dipanen berulang melalui metode panen potong, yaitu menyisakan sekitar 3 cm batang dari permukaan tanah. Dengan pemeliharaan yang baik, kangkung dapat dipanen kembali setiap 10–14 hari dan berproduksi beberapa kali dalam satu siklus tanam.

Bayam: Densitas Nutrisi dan Siklus Singkat
Bayam merupakan sayuran yang lebih sensitif terhadap kelembapan dibandingkan kangkung, namun bayam memiliki kecepatan tumbuh yang lebih agresif. Beberapa varietas bayam hijau dapat dipanen hanya dalam waktu 15 HST. Berbeda dengan kangkung yang dapat dipanen berulang, bayam dipanen dengan cara dicabut beserta akarnya (sekali panen).

Selada dan Sawi: Komoditas Bernilai Tinggi di Pekarangan
Selada dan sawi menawarkan tekstur dan rasa yang menjadi pelengkap dan banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat. Selada memiliki masa panen 20-30 HST, sedangkan sawi membutuhkan waktu panen sedikit lama yakni 30-45 HST. Kedua jenis sayuran ini sangat cocok dibudidayakan dalam wadah terbatas seperti polybag atau pot karena sistem perakarannya yang tidak terlalu dalam dan menyebar.

Strategi “tanam sekarang, panen saat lebaran” merupakan implementasi kedaulatan pangan skala mikro yang sangat relevan untuk menghadapi gejolak ekonomi menjelang Idulfitri. Dengan memahami kalender tanam yang menargetkan minggu ketiga Maret sebagai masa panen, serta menerapkan teknik budidaya organik berbasis polybag, masyarakat umum dapat secara aktif mengurangi ketergantungan pasar yang fluktuatif. Sayuran cepat tumbuh seperti kangkung, bayam, selada, dan sawi menawarkan siklus produksi 20-30 hari yang sangat efisien dalam penggunaan sumber daya lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Referensi:
Jurnal Abdimas Mutiara 2020, dinastph.lampungprov.go.id

0 Komentar
?
TAGS
Kangkung
Bayam
Selada
Sawi
Pekarangan
Bayam
Bagikan:
facebook twitter whatsapp
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Lihat lebih banyak
Lentera DESA

Lentera DESA adalah platform edukasi dan pelatihan online di bidang agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan). Lentera DESA menyediakan ruang Diskusi untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi. Lentera DESA dikelola oleh Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada


Copyright © 2021 | Lentera DESA
Beranda
Artikel dan Video
Informasi
Kontak