Di kota-kota besar di Indonesia pada umumnya lahan-lahan pekarangan rumahnya dihias, taman yang asri dengan berbagai tanaman hias daun, bungabungaan dan tajuk yang indah dan unik. Bahkan lahan-lahan pekarangan yang sempit nun hiasanya diisi dengan berbagai tanaman hias dalam pot, baik yang diietakkan di atas tanuh maupun yang digantung. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan hijauan tanaman dalam bentuk taman merupakan prinsip hidup yang telah membudaya bagi masyarakat untuk kembali ke alam (Back to nature), sehingga suasana rumahnya menjadi asri dan alami seakan berada di hutan atau di desa. Sebenarnya sudah sejak lama masyarakat Indonesia mengenal berbagai taman di pekarangan atau halaman rumahnya seperti taman bunga, taman gizi dan karangkitri atau apotik hidup. Taman bunga umumnya banyak dijumpai di kotakota besar dan dibuat mengikuti kaidah-kaidah tata pertamanan. Sementara taman gizi dan karangkitri (apotik hidup) banyak dijumpai di desa-desa dan dibuat tanpa terikat kaidah-kaidah tata pertamanan, meskipun kadangkala pengaturannya juga cukup baik. Perbedaan keduanya yaitu pada taman gizi elemen tanaman adalah tanaman pangan cumber karbohidrat, protein, vitamineral dan bumbu dapur, sedangkan pada taman apotik hidup elemen tanamannya adalah tanaman-tanaman berkhasiat obat.
Taman karangkitri atau taman apotik hidup sebenarnya merupakan cikal bakal dari apa yang dikenal saat ini yaitu Taman Obat Keluarga (TOGA). TOGA yang merupakan salah satu program pemerintah di bidang kesehatan bertujuan untuk menjaga, membudidayakan dan melestarikan tanaman obat Indonesia dari kemungkinan kepunahannya, sekaligus memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangannya dengan menanam tanaman obat untuk digunakan sendiri dan untuk dijual guna menambah penghasilan. Adanya program TOGA bisa memberikan salah.satu alternatif dalam mensiasati mahalnya harga-harga obat modern, apalagi obat-obatan impor.
Sumber : http://digilib.bppt.go.id
(MP3_S)