Mohon lengkapi data di bawah ini sebelum melanjutkan.

pakan ternak
Pencetak Mineral Blok untuk Suplemen Pakan Sapi
Admin
26 Maret 2024
13 kali dilihat
facebook twitter whatsapp
artikel
Pencetak Mineral Blok untuk Suplemen Pakan Sapi.

Hewan ternak, seperti sapi dan kambing, membutuhkan pakan yang berkualitas. Tidak jarang, hewan ternak tersebut juga perlu diberi suplemen yang dapat meningkatkan nafsu makan sehingga bobot sapi ataupun kambing tersebut meningkat.

Mineral blok merupakan salah satu suplemen yang banyak diberikan kepada hewan ternak. Suplemen padat ini mengandung berbagai macam unsur nutrisi, terutama mineral, vitamin, dan asam amino. Manfaat mineral blok antara lain bisa memperbaiki nilai nutrisi dari pakan dan mencegah terjadinya defisiensi atau kekurangan mineral pada hewan ternak.

Mineral blok berbentuk silinder padat ini diberikan dengan cara digantung di kandang setinggi kepala hewan ternak yang nantinya bisa dijilat sampai habis. Jadi, mineral blok ini sangat diperlukan karena lebih praktis dalam pemberiannya ke hewan ternak dan dapat dikonsumsi sapi setiap hari sesuai kebutuhan.

Selama ini, umumnya pembuatan mineral blok dilakukan dengan cara mencetak secara manual menggunakan pipa pralon. Namun, cara konvensional ini dinilai kurang efektif dan efisien karena kapasitasnya tidak terlalu besar. Oleh karena itu, produksi mineral blok untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam skala besar memerlukan mesin pencetak.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pusat Riset Teknologi Tepat Guna bersama Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mulai merancang mesin pencetak mineral blok. Mesin pencetak ini bisa memproduksi mineral blok secara massal sekaligus membuat karakteristiknya, mulai dari komposisi, bentuk, ukuran, hingga kekerasannya agar lebih seragam.

Periset Pusat Riset Teknologi Tepat Guna dan Pusat Riset Peternakan BRIN Astu Unadi menyampaikan, mineral blok ini didesain dengan sasaran penggunaan bagi para peternak ataupun pelaku UMKM. Hal ini disebabkan peneliti BRIN berupaya menyesuaikan kebutuhan dari PT Sembada sebagai mitra yang telah menjalin kerja sama.

”Penelitian pertama yang kami lakukan ialah terkait dengan karakteristik mineral blok dari segi engineering properties (sifat mekanis). Mendesain mesin untuk menghasilkan produk dengan kekerasan tertentu pasti perlu uji coba dengan mesin pres hidrolik,” ujarnya dalam webinar riset dan inovasi ternak secara daring, Rabu (13/3/2024).

Astu menjelaskan, metodologi yang paling penting dalam merancang mesin ialah mengetahui karakteristik mineral blok. Dalam hal ini, komposisi bahan baku mineral blok yang digunakan, antara lain, 40 persen garam, 30 persen semen, 10 persen mineral, dan 10 persen limbah industri berupa tepung kulit kacang tanah.

Mesin pencetak mineral blok juga dibuat dari sejumlah bahan baku. Mengingat komposisi mineral blok berasal dari garam, beberapa komponen dalam mesin ini dibuat dari stainless steel sehingga tahan terhadap korosi atau kerusakan akibat reaksi kimia.

”Bahan mineral blok terdiri dari garam dan juga asam sehingga harus ada bahan antikarat. Sebenarnya memang ada bahan lain yang antikarat, seperti PVC dan nilon. Akan tetapi, bahan-bahan tersebut tidak cukup kuat menahan tekanan tinggi,” tuturnya.

Cara Kerja Mesin

Cara kerja mesin ini ialah dimulai dari dasar cetakan yang merapat ke nampan di atas meja. Cetakan tersebut kemudian diisi dengan campuran bahan mineral blok. Setelah itu, silinder hidrolik utama akan menekan cetakan sehingga mineral blok menjadi keras atau padat.

Rancangan mesin pencetak mineral blok

”Setelah ditekan, meja atau cetakan tersebut akan dinaikkan sehingga terlihat mineral blok yang sudah tercetak. Kemudian alat pembuat lubang ditekan ke bawah dan setelah selesai, meja dasar cetakan akan dinaikkan ke atas. Hasil cetakan tersebut baru ditarik keluar dan jadilah mineral blok berlubang tengah dengan empat produk sekali cetak,” kata Astu.

Untuk mengetahui kinerja dari mesin pencetak mineral blok ini, periset BRIN telah melakukan serangkaian pengujian. Hasil pengujian menunjukkan, mesin ini membutuhkan rata-rata waktu pencetakan 2,47 menit dengan total empat buah cetakan.

Sumber: kompas.id

0 Komentar
?
TAGS
Peternakan
Sapi Potong
Bagikan:
facebook twitter whatsapp
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Lihat lebih banyak
Lentera DESA

Lentera DESA adalah platform edukasi dan pelatihan online di bidang agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan). Lentera DESA menyediakan ruang Diskusi untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi. Lentera DESA dikelola oleh Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada


Copyright © 2021 | Lentera DESA
Beranda
Artikel dan Video
Informasi
Kontak