Produk hasil pertanian khususnya sayuran dan buah-buahan mudah mengalami kerusakan (perishable). Kerusakan dapat terjadi karena faktor fisiologis, fisik, kimia, parasitik maupun mikrobiologis. Kerusakan hasil pertanian terjadi mulai dari produsen/ petani, pedagang pengumpul, pedagang besar sampai pedagang pengecer. Kehilangan hasil pasca panen produk sayuran mencapai 25-40%. Salah satu teknologi pasca panen yang dapat digunakan untuk mempertahankan mutu adalah kemasan. Pengemas dapat memperlambat proses respirasi sehingga dapat memperpanjang umur simpan sayuran dan buah. Pengemasan dapat dilakukan dengan kardus/ karton, keranjang, warring atau plastik, sedangkan teknlogi kemasan yang banyak digunakan adalah Modified Atmosphere Packaging (MAP), pengemasan aktif (active packaging) dan smart packaging. Penggunaan kemasan plastik mempunyai susut bobot dan kerusakan sayuran kubis lebih kecil yaitu 0,20% dan 7,30% bila dibandingkan tanpa kemasan yaitu 5,18% dan 15%. Kesegaran brokoli dapat betahan sampai 7 hari setelah dikemas dengan plastik polyethilen.
Artikel diambil dari Abstrak PERAN INOVASI TEKNOLOGI KEMASAN DALAM MENURUNKAN KEHILANGAN HASIL PRODUK PERTANIAN oleh Waryat dan Muflihani Yanis, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta Jln. Raya Ragunan No. 30 Pasar Minggu, Jakarta – 12540 Email: waryat21@yahoo.com, yang bersumber dari https://bit.ly/34sbnql