Mohon lengkapi data di bawah ini sebelum melanjutkan.

budidaya tanaman
Merawat Tanaman yang Terkena Banjir dan Rusak Akibat Air
Admin
29 Maret 2024
7 kali dilihat
facebook twitter whatsapp
artikel
Merawat Tanaman yang Terkena Banjir dan Rusak Akibat Air.

Banjir merupakan bencana alam yang sering kali tak terhindarkan, membawa dampak merusak bagi kehidupan manusia, termasuk kerusakan pada tanaman dan kebun. Meskipun sistem irigasi dan drainase yang baik sangat penting untuk kesehatan tanaman dan pohon, kondisi ekstrem seperti banjir akibat hujan lebat atau aliran sungai atmosfer dapat memaksa air melewati batas normal, menenggelamkan lahan pertanian dan kebun. Tanah kebun yang baik memiliki jaringan ruang pori yang terisi air dan udara, kedua elemen tersebut diperlukan untuk akar yang sehat dan organisme penghuni tanah yang bermanfaat. Saat ruang pori terisi penuh dengan air, udara tidak lagi tersedia untuk sistem akar, membuatnya rentan terhadap organisme pembusuk akar. Mengerti efek banjir terhadap kesehatan tanaman dan merawatnya pasca-banjir sangat vital untuk menyelamatkan tanaman dan kebun Anda.

Setelah air banjir surut, lakukan penilaian kerusakan pada kebun Anda dan mulai proses pemulihan. Berikut beberapa langkah untuk meminimalkan kerusakan pada tanaman akibat banjir:

1. Bersihkan Debris: Hilangkan semua kotoran, seperti lumpur dan endapan, yang mungkin telah bergeser dan menumpuk pada tanaman Anda.

2. Perbaiki Drainase: Jika tanah masih tergenang air, tingkatkan drainase dengan menggali parit atau alur untuk mengalihkan air jauh dari tanaman.

3. Periksa dan Longgarkan Tanah: Periksa tanah untuk kompaksi dan longgarkan dengan garpu taman. Ini akan membantu meningkatkan drainase dan memudahkan air serta nutrisi mencapai akar tanaman Anda.

4. Tunggu Tanah Mengering: Tunggu hingga tanah mengering sebelum mulai bekerja dengan tanah untuk mengurangi kompaksi tambahan. Hindari berjalan di atas tanah yang masih basah untuk mencegah kompaksi dan kerusakan akar lebih lanjut.

5. Inspeksi Kerusakan Tanaman: Periksa tanaman Anda untuk kerusakan pada akar, daun, dan batang. Hapus bagian yang rusak, dan pangkas tanaman Anda kembali ke pertumbuhan yang sehat jika diperlukan.

6. Buang Material Terkontaminasi: Pertimbangkan bahwa semua hasil kebun yang tersentuh air banjir mungkin terkontaminasi dan harus dibuang. Meskipun risiko kontaminasi rendah di area residensial, limpasan dari sistem septik, padang rumput, atau area industri bisa membawa mikroba dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya.

7. Monitor Tanaman Anda: Perhatikan tanaman Anda dengan seksama untuk tanda-tanda stres, seperti layu atau perubahan warna, dan segera atasi masalah yang muncul.

8. Penyiraman: Setelah kering, mulailah menyiram tanaman Anda secara lembut dan bertahap untuk membantu mereka beradaptasi dengan kondisi tanah baru.

Pemulihan pasca-banjir membutuhkan kesabaran dan perawatan yang teliti. Meskipun tidak semua tanaman mungkin bertahan, dengan tindakan yang tepat, banyak yang bisa diselamatkan dan bahkan berkembang kembali. Mempertahankan kesehatan tanah dan sistem drainase yang efisien sebelum terjadi banjir juga dapat membantu dalam meminimalkan kerusakan. Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, jadi persiapkan kebun Anda sebaik mungkin untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Sumber: ucanr.edu

0 Komentar
?
TAGS
Pertanian
Bagikan:
facebook twitter whatsapp
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Lihat lebih banyak
Lentera DESA

Lentera DESA adalah platform edukasi dan pelatihan online di bidang agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan). Lentera DESA menyediakan ruang Diskusi untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi. Lentera DESA dikelola oleh Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada


Copyright © 2021 | Lentera DESA
Beranda
Artikel dan Video
Informasi
Kontak