Cara mengatasinya dengan menghilangkan faktor penyebabnya. Yang terpenting untuk dilakukan adalah meningkatkan kualitas tanah di daerah pertanaman yaitu :
1. Menyeimbangkan kandungan nutrisi tanah. Apabila telah terjadi gejala, dapat ditambahkan dengan pupuk kalsium yang cepat di serap oleh tanah.
2. Menghindari penggunaan pupuk N yang tinggi. Selain dapat mengurangi penyerapan kalsium, N yang tinggi meningkatkan resiko serangan penyakit.
3. Menjaga kelembapan tanah pada kondisi optimal. Apabila tanah terlalu kering, siram secukupnya hingga lapisan tanah sedalam 10 cm tetap basah. Tapi jangan berlebihan. Lebih efektif apabila menggunakan mulsa perak.
4. Menjaga pH tanah pada titik sekitar 6,5
5. Apabila telah ditanam, hindari penggemburan tanah yang terlalu dalam saat pembersihan gulma, karena dapat merusak akar
Sumber : http://kaltim.litbang.pertanian.go.id
(MP3_S)