Tanaman obat yang dibudidayakan di lahan pekarangan bermanfaat juga sebagai penanggulangan pertama suatu penyakit bagi anggota keluarga yang murah dan aman, selain menambah keasrian rumah. Untuk lahan pekarangan rumah yang sempit atau tanpa pekarangan ada alternatif teknik budidaya yang dapat dilakukan seperti penggunaan wadah (pot/polybag/barang bekas), digantung, dijalarkan, atau dengan teknik vertikultur (bertingkat). Oleh sebab itu tanaman obat yang ditanam di lahan pekarangan harus ditata sedemikian rupa sesuai luas lahan pekarangan dan kebutuhan keluarga, serta dengan sentuhan estetika untuk memberikan keindahan pada lingkungan rumah.
- Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan lahan dengan pupuk dasar (pupuk kandang) sebanyak 1 – 2 kg lubang tanam atau per pot/polybag dan dibiarkan selama 1 – 2 minggu baru rimpang yang sudah bertunas dipindahkan.
- Pemeliharaan dilakukan untuk mengganti bibit yang tidak tumbuh, menyiram tanaman pada masa pertumbuhan (6 bulan setelah tanam/BST), dan penyiangan untuk membuang gulma.
- Rimpang kunyit siap dipanen jika semua daun dan batang sudah menguning dan mengering, umumnya panen pada umur tanaman lebih dari 9 bulan. Caranya rimpang diangkat dari tanah kemudian tanah dan akar yang menempel di rimpang dibersihkan dengan air mengalir, ditiriskan, dan dikeringanginkan baru disimpan.
Selengkapnya di http://pertanian.go.id/
(MP3_S)