Marlan Ifantri Lase (27), seorang petani di Nias, menyebut perubahan iklim telah menyebabkan kemarau berkepanjangan sehingga merugikan hasil panennya. (Supplied: Marlan Ifantri Lase). Marlan Ifantri Lase mulai bertani sejak usia tujuh tahun di Pulau Nias dan tahu persis kapan masa tanam, masa panen, dan bagaimana seharusnya merawat dan mengelola tanaman. Namun, dalam enam tahun terakhir dia mulai mengalami kesulitan.
"Semuanya tidak sama lagi karena perubahan iklim" katanya kepada program Hack dari ABC
"Kadang musim hujan datang lebih awal atau terlambat dari masa tanam, atau berlangsung lebih lama daripada biasanya, begitu pula musim kering," tambah petani berusia 27 tahun ini.
selengkapnya di https://www.tempo.co
(MP3_S)