Mohon lengkapi data di bawah ini sebelum melanjutkan.

tips
Ternak Cacing
Admin
8 Februari 2018
235 kali dilihat
facebook twitter whatsapp
artikel
Ternak Cacing.

Cara Beternak Cacing Tanah

Kotoran cacing tanah atau biasa dikenal dengan istilah kascing, sangat baik digunakan untuk bahan pupuk. Cacing merupakan binatang yang takut akan sinar, karena itu kandang untuk beternak cacing berupa bak atau ember plastik harus ditempatkan pada tempat yang teduh dan jika perlu ditutup, terutama pada siang hari. Apabila menggunakan bak permanen sebaiknya pembuatan bak ditempat teduh, misalnya dibawah pohon dan diberi pelindung atap genteng, supaya tidak kena hujan dan sinar matahari langsung.

Media yang digunakan sebagai tempat tinggal dapat menggunakan bahan media dari kotoran sapi (sekaligus pakan) dan harus dijaga kelembapannya, dengan cara diperciki air setiap hari (dapat menggunakan alat semprot yang biasa digunakan untuk tanaman hias). Penyiraman diupayakan agar air tidak tergenang dan setelah itu bak atau ember selalu ditutup dengan daun pisang, plastik, kertas koran atau karung goni yang telah dibasahi.

Dengan penyiraman (menjaga kelembaban)  media dapat menghindarkan cacing dari dari gangguan binatang seperti semut, cecak, tikus, lintah, kecoa, dll. Selain itu bak atau ember dapat ditutup dengan kain kasa yang halus. Untuk menghindari semut, kandang yang terbuat dari ember plastic, besek dapat ditaruh di rak yang tersusun dan kaki rak diberi tatakan (mangkok, yang diisi olie, air atau serbuk kapur anti semut).

Setelah dua minggu dari masa peletakkan pertama, induk-induk cacing dipindahkan ke media lain sambil menanti kokon-kokon itu menetas. Begitu juga setiap 2 minggu berikutnya, induk-induk cacing yang sudah bertelur dipindahkan ke media lain. Perlakuan ini juga untuk anak-anak cacing yang telah berusia 3,5 bulan dan mulai bertelur. Cara memindahkan induk cacing bisa dengan cara langsung mengaduk-ngaduk media dalam “kandang”, bisa juga dengan meletakkan makanan di salah satu sudut kandang hingga induk cacing akan mudah berkumpul dan mudah dipindahkan.

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah adalah sebagai berikut:

  • Pakan tambahan selai kotoran ternak yang telah dijadikan media,dapat juga berupa ampas tahu, pelepah pisang yang diiris kecil-kecil.
  • Pakan dapat ditaburkan merata diatas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 cm dari permukaan media.
  • Melakukan pengamatan tiap hari, apakah pakan itu habis dimakan atau tidak. Untuk pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa terlebih dahulu harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
  • Pekerjaan pemberian pakan, dilakukan tiap hari sampai cacing tanah itu dipanen

diolah dari berbagai sumber

(MP3_S)

0 Komentar
?
TAGS
Bagikan:
facebook twitter whatsapp
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Lihat lebih banyak
Lentera DESA

Lentera DESA adalah platform edukasi dan pelatihan online di bidang agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan). Lentera DESA menyediakan ruang Diskusi untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi. Lentera DESA dikelola oleh Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada


Copyright © 2021 | Lentera DESA
Beranda
Artikel dan Video
Informasi
Kontak